fbpx

Contact Us

I agree with Terms and Conditions and I've read and agree Privacy Policy.

Cimanggis City Hadir di BNI Griya Expo Online 2020

2 weeks ago

Cimanggis City Hadir di BNI Griya Expo Online 2020

Keterbatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19 menyebabkan masyarakat semakin bergantung pada teknologi dan koneksi internet untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ini juga berdampak langsung ke sektor industri properti. Pasca PSBB yang dimulai pada awal bulan Juli 2020 memaksa pelaku properti harus lebih kreatif dalam mengatasi persoalan ini dengan berbagai macam strategi dan cara pengembang. Dari sisi penjualan, pengembang harus menggenjot penjualan mengingat aktivitas penjualan terbatas, meskipun saat ini pendekatan dapat melalui sarana digital.

Melihat hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerjasama dengan Rumah.com untuk menggelar BNI Griya Expo Online 2020 pada 17 Juli hingga 17 Agustus 2020. Expo Online tersebut menghadirkan 59 Group Developer dengan total 158 proyek perumahan dan apartemen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Apartemen Cimanggis City yang ikut serta dalam pameran online ini sangat mengapresiasi dengan baik dan optimis akan banyak dikunjungi dan masih diminati meskipun pameran ini dalam bentuk virtual, karena Cimanggis City mampu bersaing dengan hunian lainnya yang menjamur di Kota depok dikarenakan harganya yang relatif terjangkau mulai dari 330 jutaan rupiah.

Siapa saja bisa mengakses pameran online ini. Pemohon dapat memilih calon hunian serta mengajukan pengajuan BNI Griya dengan tetap menerapkan physical distancing hanya dengan login ke www.bnigriyaexpo.com. Proses permohonan KPR BNI Griya dilakukan dengan melengkapi aplikasi BNI e-Form yang telah terintegrasi dengan sistem pemrosesan KPR di BNI.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies pada pembukaan BNI Griya Expo Online 2020 di Jakarta, Jumat (17 Juli 2020) menjelaskan debitur BNI Griya hanya perlu membayar bunga saja selama 2 tahun pertama. BNI juga menawarkan Bunga KPR mulai 1% pa, Diskon Provisi 74%, Instant Approval, Hadiah langsung dan hadiah undian mingguan bagi pengunjung BNI Griya Expo Online, serta beragam penawaran menarik lainnya ini sesuai dengan tagline BNI Griya “Cukup Bayar Bunga, Langsung Pindah Rumah”.

Read more

New Normal Positif bagi Sektor Properti

1 month ago

New Normal Positif bagi Sektor Properti

 

Pengembang menyambut positif langkah pemerintah untuk melakukan relaksasi kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) ke situasi New Normal. Hal ini akan memberikan dampak bagus ke ekonomi yang tentunya secara perlahan akan berpengaruh pada sektor properti. “Dimulainya relaksasi PSBB ke situasi new normal pastinya memberi dampak pada ekonomi yang tentunya secara perlahan akan berpengaruh juga ke dunia properti,” ungkap Praktisi Properti Widodo, kepada Investor Daily, Rabu (3/6). Menurutnya, situasi new normal buat properti sendiri masih menjadi tantangan apalagi dibarengi dengan tahun ajaran sekolah baru walaupun dimulainya masuk sekolah masih belum diputuskan pemerintah. “Untuk kebutuhan properti sebetulnya masih tinggi tapi orang masih menahan diri untuk beli karena lebih mengutamakan ke kebutuhan sehari-hari,” katanya. Saat ini, kata Widodo, tinggal bagaimana caranya sektor properti menjalankan strategi pemasaran yang efektif untuk mengikuti kondisi new normal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan memaksimalkan media online sesuai dengan segmentasi target market agar efektif dan efisien. Widodo yang juga Manager Marketing Cimanggis City mengatakan, properti harus menjadi sektor yang harus serius ditangani oleh pemerintah, perbankan dan stakeholder lain karena ada ratusan bidang usaha yang lain terkait didalamnya. Begitu properti berjalan dengan bagus sudah tentunya akan dapat menggerakan roda perekonomian secara nasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul hamid mengatakan, dengan adanya new normal akan berdampak positif pada sektor perumahan terutama bagi Program Sejuta Rumah (PSR). Untuk itu, Kementerian PUPR akan mendorong sejumlah program padat karya di sektor perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pembangunan Prasarana, Saran dan Utilitas (PSU) untuk memacu pergerakan perekonomian dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. “Para ASN (aparatur sipil negara) di Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR akan masuk kerja dan masyarakat akan beraktifitas seperti biasa dengan tatanan new normal. Kami berharap dengan new normal ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” kata Khalawi. Khalawi mengatakan, para pegawai Ditjen perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan new normal. Meskipun pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir karena belum ditemukan vaksinnya, tapi dirinya berharap seluruh pegawai dan pemangku kepentingan bidang perumahan harus yakin dan berdoa agar pandemi ini bisa berakhir. “Program pembangunan perumahan bisa dilanjutkan untuk meminimalisir dampak negatif Covid-19 di masyarakat. Kebijakan pelaksanaan program perumahan Ditjen Perumahan tetap berjalan dengan memperhatikan protokol Covid-19. Kementerian PUPR telah mengeluarkan Instruksi Menteri PUPR dan Surat Edaran untuk pelaksanaan kegiatan perumahan di daerah,” terangnya. Untuk mendukung pelaksanaan new normal di sektor perumahan, imbuh Khalawi, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk perumahan bersubsidi. Program Padat Karya Bidang Perumahan berdasarkan arahan Presiden dalam masa pandemi Covid -19 ini merupakan salah satu hal yang dapat membangkitkan masyarakat dan mendorong perputaran uang di masyarakat. Program bantuan PSU dipadatkaryakan mengacu protokol Covid-19 dengan maksimal satu kelompok kerja lima orang. Mitra kerja seperti pengembang siap untuk membantu pemerintah untuk memberikan lapangan kerja dan menampung masyarakat yang kena PHK agar bisa jadi tenaga padat karya. Ditjen Perumahan juga berharap ke Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di provinsi untuk dapat mengoptimalkan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing-masing sehingga pengawasan teknis dan kesehatan para petugas tetap terjaga dengan baik.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “New Normal Positif bagi Sektor Properti”
Penulis: Imam Mudzakir
Read more at: http://brt.st/6BEk

Read more