fbpx

Contact Us

I agree with Terms and Conditions and I've read and agree Privacy Policy.

New Normal Positif bagi Sektor Properti

1 month ago

New Normal Positif bagi Sektor Properti

 

Pengembang menyambut positif langkah pemerintah untuk melakukan relaksasi kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) ke situasi New Normal. Hal ini akan memberikan dampak bagus ke ekonomi yang tentunya secara perlahan akan berpengaruh pada sektor properti. “Dimulainya relaksasi PSBB ke situasi new normal pastinya memberi dampak pada ekonomi yang tentunya secara perlahan akan berpengaruh juga ke dunia properti,” ungkap Praktisi Properti Widodo, kepada Investor Daily, Rabu (3/6). Menurutnya, situasi new normal buat properti sendiri masih menjadi tantangan apalagi dibarengi dengan tahun ajaran sekolah baru walaupun dimulainya masuk sekolah masih belum diputuskan pemerintah. “Untuk kebutuhan properti sebetulnya masih tinggi tapi orang masih menahan diri untuk beli karena lebih mengutamakan ke kebutuhan sehari-hari,” katanya. Saat ini, kata Widodo, tinggal bagaimana caranya sektor properti menjalankan strategi pemasaran yang efektif untuk mengikuti kondisi new normal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan memaksimalkan media online sesuai dengan segmentasi target market agar efektif dan efisien. Widodo yang juga Manager Marketing Cimanggis City mengatakan, properti harus menjadi sektor yang harus serius ditangani oleh pemerintah, perbankan dan stakeholder lain karena ada ratusan bidang usaha yang lain terkait didalamnya. Begitu properti berjalan dengan bagus sudah tentunya akan dapat menggerakan roda perekonomian secara nasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul hamid mengatakan, dengan adanya new normal akan berdampak positif pada sektor perumahan terutama bagi Program Sejuta Rumah (PSR). Untuk itu, Kementerian PUPR akan mendorong sejumlah program padat karya di sektor perumahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pembangunan Prasarana, Saran dan Utilitas (PSU) untuk memacu pergerakan perekonomian dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. “Para ASN (aparatur sipil negara) di Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR akan masuk kerja dan masyarakat akan beraktifitas seperti biasa dengan tatanan new normal. Kami berharap dengan new normal ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” kata Khalawi. Khalawi mengatakan, para pegawai Ditjen perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam kegiatan new normal. Meskipun pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir karena belum ditemukan vaksinnya, tapi dirinya berharap seluruh pegawai dan pemangku kepentingan bidang perumahan harus yakin dan berdoa agar pandemi ini bisa berakhir. “Program pembangunan perumahan bisa dilanjutkan untuk meminimalisir dampak negatif Covid-19 di masyarakat. Kebijakan pelaksanaan program perumahan Ditjen Perumahan tetap berjalan dengan memperhatikan protokol Covid-19. Kementerian PUPR telah mengeluarkan Instruksi Menteri PUPR dan Surat Edaran untuk pelaksanaan kegiatan perumahan di daerah,” terangnya. Untuk mendukung pelaksanaan new normal di sektor perumahan, imbuh Khalawi, Ditjen Perumahan akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk perumahan bersubsidi. Program Padat Karya Bidang Perumahan berdasarkan arahan Presiden dalam masa pandemi Covid -19 ini merupakan salah satu hal yang dapat membangkitkan masyarakat dan mendorong perputaran uang di masyarakat. Program bantuan PSU dipadatkaryakan mengacu protokol Covid-19 dengan maksimal satu kelompok kerja lima orang. Mitra kerja seperti pengembang siap untuk membantu pemerintah untuk memberikan lapangan kerja dan menampung masyarakat yang kena PHK agar bisa jadi tenaga padat karya. Ditjen Perumahan juga berharap ke Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di provinsi untuk dapat mengoptimalkan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing-masing sehingga pengawasan teknis dan kesehatan para petugas tetap terjaga dengan baik.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “New Normal Positif bagi Sektor Properti”
Penulis: Imam Mudzakir
Read more at: http://brt.st/6BEk

Categories: Info

cimanggisadm

cimanggisadm

Expert agent

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint.

1 Comment